Jumat, 27 Oktober 2017

Penelitian Singkat Tentang Batik Parang



Pernah dengar Batik Parang kan? Batik parang merupakan salah satu batik yang paling tua di Indonesia. Dengan susunan motif S yang jalin-menjalin tidak terputus ini disebut dengan perengan atau yang berarti lereng. Bentuk dasar huruf S ini diambil dari ombak samudera yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. 

Makna Motif Parang
Kalian pasti tau kan kalau setiap motif batik itu mempuyai makna dan filosofi yang sangat dalam, nah begitu pula dengan motif batik parang ini. Batik parang ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

Batik Parang bahkan menggambarkan kain yang belum rusak, baik dalam arti memperbaiki diri, kesejahteraan upaya mereka, serta bentuk hubungan dimana batik parang pada masa lalu adalah hadiah yang mulia untuk anak-anaknya. Dalam konteks ini, pola berisi dewan orang tua untuk melanjutkan perjuangan parang dilanjutkan. 

Garis diagonal lurus melambangkan penghormatan dan cita-cita, serta kesetiaan kepada nilai yang sebenarnya. Dinamika dalam pola parang ini juga disebut ketangkasan, kewaspadaan, dan kontituinitas antara pekerja dengan pekerja lain. Batik Parang biasanya digunakan untuk acara pembukaan. Misalnya: Senapati yang ingin pergi berperang, agar pulang membawa kemenangan. Sangat dalam sekali ya makna dan filosofi dari motif batik ini. 

Penelitian Motif Batik Parang
Sekarang kita lihat pola motif batik parang yang unik ini. Pola batik parang mempunyai ciri khas tertentu yang motifnya terkenal dengan kelompok motif garis miring yang tersusun membentuk garis-garis yang sejajar dengan sudut kemiringan 45ยบ, sedangkan motif batik parang terdiri dari satu atau lebih parameter ragam hias sehingga menghasilkan motif batik parang yang cukup banyak sehingga pola yang dihasilkan sangat beraneka ragam. 

Hal tersebut seringkali menyulitkan bagi orang awam untuk mengidentifikasi motif batik parang berdasarkan ciri khas yang dimiliki, sehingga penelitian ini lebih ditekankan pada identifikasi dari suatu pola batik parang. Identifikasi pola batik parang dilakukan dengan menggunakan algoritme pemodelan Point Minuteae pada setiap garis yang membentuk pola batik parang tersebut. Algoritme Point Minuteae merupakan sejenis titik yang terbentuk pada pola batik parang.  

Hasil yang diperoleh dari algoritme Point Minuteae selanjutnya dikelompokkan menggunakan metode K-Means Clustering, sehingga dapat menentukan identifikasi pola batik parang berdasarkan ciri khas yang dimiliki. Karena motif batik parang ini sangat rumit, maka untuk mengidentifikasikan jenis motif batik parang saja harus memakai algoritma ya. 

Sejarah Asal Usul Batik Parang
Sekarang kita akan berkenalan dengan sejarah terbentuknya motif batik parang yuk! Motif batik parang rusak meski asal-usulnya masih menjadi perdebatan, konon katanya motif ini muncul di masa Raden Panji seorang pahlawan kerajaan Kediri dan Jenggala di Jawa Timur di abad ke 11. Ada juga yang berpendapat kalau motif batik parang rusak adalah karya Sultan Agung dari Mataram (1613-1645) yang terinspirasi danri meditasinya di pantai selatan Jawa. Konon Sultan Agung mendapat ilham dari fenomena alam berupa gelombang besar yang memecah karang hingga rusak.

Pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, motif parang menjadi pedoman utama untuk menentukan derajat kebangsawanan seseorang dan menjadi ketentuan yang termuat dalam Pranatan Dalem Jenenge Panganggo Keprabon Ing Karaton Nagari Ngajogjakarta tahun 1927. Karena penciptanya pendiri Kerajaan Mataram, maka oleh kerajaan, motif-motif parang tersebut hanya diperkenankan dipakai oleh raja dan keturunannya, dan tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa. Jenis batik itu kemudian dimasukkan sebagai kelompok batik larangan (batik yang tidak boleh dipakai oleh rakyat jelata). Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa cek artikel tentang motif batik parang.

Begitulah sejarah singkat mengenai motif batik parang dan makna serta filosofi yang terkandung didalamnya. Masih banyak yang bisa kita gali dari motif-motif batik lainnya. Selain wawasan kita bertambah dengan sejarah-sejarah batik, dengan mengenal batik juga membuat kita lebih bangga dan turut menjaga salah satu warisan budaya Indonesia.

0 komentar

Posting Komentar