Rabu, 29 Agustus 2018

Berita Politik Dunia Korea Utara Di embargo Dunia

foto:tribunnews.com

Berita politik dunia hari ini, dalam dua dekade terakhir pada tahun 2017, ekonomi Korea Utara terkontraksi tajam. Bank Sentral Korea Selatan menyebut penurunan ini jelas sebagai petanda dampak diterapkannya sanksi-sanksi internasional kepada Pyongyang. Supaya menghentikan program senjata dan rudal nuklirnya.
Mata-matapolitik.com melaporkan sesuai catatan Reuters pada hari Jumat lalu, 20 Juli 2018, produk domestik bruto Korea Utara pada 2017 terkontraksi 3,5 persen dari tahun 2016. Sehingga membuat kontraksi ini terbesar sejak Korea Utara mengalami musibah kelaparan pada tahun 1997. Produksi industri Korea Utara pun dilaporkan anjlok 8,5 persen. Yang merupakan penurunan paling curam sejak tahun 1997. Sebab, produksi pabrik lumpuh akibat larangan menjual minyak dan sumber-sumber energi lainnya ke Korea Utara. Hasil produksi dari sektor pertanian dan industri konstruksi pun  bernasib serupa. Yang terkontraksi 1,3 persen dan 4,4 persen.
“Embargo ekonomi memukul telak perekonomian Korea Utara pada tahun 2017 ketimbang 2016 lalu. Volume perdagangan eksternal anjlok secara signifikan menyusul embargo batu bara, baja, ikan dan produk-produk tekstil. Sulit untuk mencari angka pasti. Akan tetapi larangan ekspor ke Korea Utara telah menghancurkan sektor industri di sana”, ujar Shin Seung-cheol, Kepala Bank Korea Utara bidang Koordinasi National Accounts.
Berita politik dunia saat ini sejumlah analisis sedang menyoroti terhadap perlunya Korea Utara mengubah arah pembangunan ekonominya. Beruntungnya, saran ini ditanggapi baik oleh Pemimpin Korea Utara, Kim jong-un. Yang pada bulan April 2018 lalu bersumpah akan mengubah fokus strategi negaranya. Dari pembangunan senjata nuklir menuju pembangunan ekonomi sosialis. Sebuah prinsip ekonomi yang juga diusung oleh Cina.
“Selama ekspor mineral ke Korea Utara masuk dalam daftar embargo, maka Pyongyang tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan negosiasi dengan Amerika serikat. Supaya bisa menghapuskan embargo yang dijatuhkan pada negara itu”, ucap King Byeong-yeon, profesor bidang ekonomi dari Universitas Nasional Seoul dengan keahlian di bidang ekonomi Korea Utara.
Mata-mata politik memandang industri batu bara Korea Utara dan sektor manufaktur negara itu sangat terpukul dengan embargo yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB. Tujuannya untuk merespon uji coba nuklir  yang dilakukan oleh Pyongyang. Cina, yang merupakan mitra dagang terbesar Korea Utara, telah ikut menjalankan saksi itu. Maka, tak pleak sektor manufaktur Korea Utara pun ikut terguncang.

0 komentar

Posting Komentar