Rabu, 01 Januari 2020

Ketentuan Mengeluarkan Zakat Fitrah


Zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat islam dan disalurkan kepada golongan-golongan yang telah ditentukan agama. Terdapat 8 golongan penerima zakat yakni orang-orang kafir, miskin, muallaf, amil, budak, orang yang terlilit hutang, musafir dan untuk jalan Allah. Zakat ini membersihkan atau mensucikan. Kalau zakat fitrah mensucikan hati atau jiwa yang ditunaikan setiap akhir bulan ramadhan. 

Sedangkan zakat mal adalah untuk membersihkan atau mensucikan harta yang ditunaikan setiap tahun oleh mereka yang mempunyai harta cukup. Zakat ini wajib dilakukan oleh setiap muslim baik masih kecil maupun orang tua pada hari terakhir ramadhan setelah berbuka. Lalu, dibagikan sebelum sampai waktunya sholat idul fitri. Jika dibagikan setelah sholat ied maka, namanya bukan zakat lagi tapi shodaqoh. Jadi, harus diperhatikan waktu pembagian zakatnya. 

Selain orang muslim, zakat fitrah ini wajib dikeluarkan oleh mereka yang mampu artinya memiliki kelebihan makanan bagi diri sendiri maupun keluarga yang diberikan nafkah pada malam dan siang hari idul fitri. Setiap kepala keluarga wajib memenuhi zakat fitrah untuk diri sendiri serta orang lain yang ditanggung nafkahnya. 

Seseorang yang wajib membayar zakat fitrah adalah yang masih bertemu dengan terbenamnya matahari di malam sebelum hari raya idul fitri. Bentuk zakat fitrah berupa makanan pokok seperti beras, gandum, kurma, keju, kismis dan sebagainya. Pokoknya makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari. 

Sementara kadar wajib zakat fitrah, ulama sepakat sebesar satu sho’ untuk semua bentuk bahan makanan pokok kecuali gandung dan kismis yang sebagian ulama memperbolehkan setengah sho’. Ukuran satu shp’ ini setara dengan 4 cakupan telapak tangan sedang atau diperkirakan dengan ukuran timbangan sekitar 3 kg. Ulama lainnya ada yang mengatakan satu sho’ kurang lebih 2,5 kg. Kalau dinegara kita ini sudah ditetapkan bahwa zakat fitrah harus 2,5 kg.

0 komentar

Posting Komentar